Muhammad Abdullah Azzam
12 Desember 2018•Update: 13 Desember 2018
Yusuf Özcan
PARIS
Seorang siswa Prancis, yang terluka dalam protes terhadap kebijakan pendidikan Presiden Emmanuel Macron di kota Lyon, dikabarkan mengajukan gugatan karena menderita luka atas perlakuan polisi.
Menurut harian Le Figaro, pelajar berusia 15 tahun yang mengikuti aksi bersama keluarganya di depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Jacques-Brel, pinggiran kota Lyon itu, mengajukan gugatan atas perkara “melakukan kekerasan secara sengaja” terhadap polisi.
Berita itu melaporkan siswa tersebut berhadapan dengan risiko kehilangan mata kirinya.
Lebih dari 700 siswa SMA ditahan selama aksi protes pada 6 Desember terhadap Presiden Macron dan kebijakan pemerintah soal pendidikan.
Ribuan pengunjuk rasa rompi kuning telah berkumpul di kota-kota besar Perancis, termasuk Paris, sejak 17 November untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar dan memburuknya situasi ekonomi,