Umar İdris
24 November 2019•Update: 26 November 2019
Faruk Zorlu
ANKARA
Senat Bolivia mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) pada hari Sabtu yang membatalkan hasil pemilihan presiden untuk masa jabatan keempat presiden Evo Morales pada Oktober lalu.
Senat Bolivia dengan suara bulat menyetujui RUU tentang "Rezim Luar Biasa dan Transisi untuk Menyelenggarakan Pemilihan Umum."
RUU tersebut diserahkan kepada pimpinan Senat Bolivia, kata akun resmi Senat di Twitter.
Setelah berminggu-minggu terjadi pergolakan, Morales mengundurkan diri di bawah tekanan militer dan pindah ke Meksiko, di mana ia ditawari suaka politik.
Senator Konservatif Jeanine Anez menyatakan dirinya sebagai presiden sementara Bolivia.
Tetapi demonstrasi publik belum surut, dengan sebagian besar pendukung pro-Morales dari pedesaan dan pribumi turun ke jalan, termasuk di ibukota La Paz, sejak Morales meninggalkan negara itu.
Pendukung Morales bersikeras menyatakan pemecatannya adalah kudeta.