Muhammad Abdullah Azzam
20 November 2020•Update: 20 November 2020
Aysu Bicer
ANKARA
Bank Sentral Turki pada Kamis memutuskan menaikkan suku bunga repo satu minggu – yang juga dikenal sebagai suku bunga kebijakan atau suku bunga acuan bank - dari 10,25 persen menjadi 15 persen, memperketat kebijakan moneternya untuk memastikan stabilitas harga.
Keputusan itu diumumkan menyusul pertemuan kebijakan bank pertama di bawah gubernur barunya, mantan Menteri Keuangan Turki Naci Agbal, yang diangkat pada 7 November.
Komite Kebijakan Moneter (MPC) memutuskan untuk menyediakan semua pendanaan melalui suku bunga kebijakan utama, yaitu tingkat lelang repo satu minggu.
"Dalam periode mendatang, semua faktor yang mempengaruhi inflasi akan diperhitungkan, dan pengetatan kebijakan moneter akan dipertahankan sampai penurunan permanen inflasi tercapai," kata bank tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, bank mengidentifikasi efek "tertinggal" dari depresiasi lira Turki, serta kenaikan harga pangan internasional dan memburuknya ekspektasi inflasi sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi perkiraan inflasi negara.
"Sementara data untuk November menunjukkan peningkatan inflasi karena volatilitas nilai tukar baru-baru ini, ini dinilai hanya sementara dengan sikap kebijakan moneter yang menentukan," sebut pernyataan itu.
Menggarisbawahi bahwa pemulihan aktivitas ekonomi terus berlanjut, bank mengatakan pembatasan parsial terkait pandemi di tengah peningkatan jumlah infeksi meningkatkan ketidakpastian dalam prospek jangka pendek aktivitas ekonomi, terutama di sektor jasa.
"Selain itu, menguatnya permintaan domestik, karena efek yang tertinggal dari dorongan kredit yang kuat selama pandemi, berdampak negatif terhadap neraca transaksi berjalan melalui jalur impor."
Pengetatan moneter yang kuat terhadap inflasi
Bank menjelaskan bahwa mereka akan menerapkan pengetatan moneter yang transparan dan kuat untuk menghilangkan risiko terhadap prospek inflasi, menahan ekspektasi inflasi dan memulihkan proses inflasi.
"Pembentukan permanen lingkungan inflasi rendah akan mempengaruhi ekonomi makro dan stabilitas keuangan secara positif melalui penurunan premi risiko negara,”, sebut mereka.
Mereka menambahkan bahwa pendanaan Bank Sentral akan disediakan melalui tingkat repo satu minggu, yang akan menjadi alat kebijakan utama dan "satu-satunya indikator untuk sikap moneter."
Pada Rabu, survei Desk Keuangan Anadolu Agency terhadap 27 ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga, berkisar antara 200 dan 550 basis poin.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa perkiraan rata-rata ekonom suku bunga mencapai 15,25 persen pada akhir tahun, berkisar antara 13,75 persen hingga 16,25 persen.
Bulan lalu, Bank Sentral Turki mempertahankan suku bunga repo satu minggu pada 10,25 persen.
Dalam delapan pertemuan kebijakan moneter di tahun 2019, bank memangkas suku bunga sebesar 1.200 basis poin, dari 24 persen.
Tahun ini, bank meningkatkan jumlah pertemuan MPC menjadi 12 kali.