İqbal Musyaffa
12 Maret 2019•Update: 13 Maret 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia mengumumkan Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil survei penjualan eceran untuk Januari yang mengalami pertumbuhan 7,2 persen year on year.
Meskipun tumbuh, pertumbuhan IPR pada Januari masih lebih rendah dibanding Desember 2018 sebesar 7,7 persen.
“Pertumbuhan penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan subkelompok komoditas sandang dan kelompok komoditas barang budaya dan rekreasi,” tulis keterangan resmi BI, Selasa.
Laporan BI juga menuliskan bahwa penjualan eceran diperkirakan tumbuh meningkat pada Februari 2019. Hal ini terindikasi dari IPR Februari 2019 yang tumbuh 10,9 persen (yoy).
Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan subkelompok komoditas sandang dan kelompok komoditas barang budaya dan rekreasi.
“Peningkatan penjualan tersebut antara lain didorong faktor musiman perayaan hari raya Imlek,” tambah keterangan tersebut.
Hasil survei juga mengindikasikan penurunan tekanan harga di tingkat pedagang eceran dalam tiga bulan mendatang atau pada April 2019. Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 154,3, lebih rendah dibandingkan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 156,9.