İqbal Musyaffa
16 Mei 2019•Update: 17 Mei 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa hingga akhir April tercatat realisasi defisit anggaran sebesar Rp101 triliun atau 0,63 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit ini lebih besar dari realisasi defisit pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp54,9 triliun atau 0,37 persen terhadap PDB.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan melebarnya defisit ini karena adanya tekanan terhadap pendapatan negara.
“Defisit berasal dari realiasi pendapatan negara hingga bulan April mencapai Rp530,7 triliun dan belanja negara sebesar Rp631,8 triliun,” ungkap Menteri Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Menteri Sri menjelaskan penerimaan negara pada bulan April sudah mencapai 24,5 persen dari target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp2.165,1 triliun.
Pendapatan negara tersebut tumbuh 0,5 persen. Pertumbuhan tersebut lebih lambat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 13,3 persen.
Dia menambahkan penerimaan pajak dan bea cukai atau perpajakan hingga April 2019 mencapai Rp436,4 triliun atau 24,4 persen dari target yang sebesar Rp1.786,3 triliun serta tumbuh 4,7 persen dari periode yang sama tahun lalu yang berjumlah Rp416,7 triliun.
Selanjutnya, belanja negara hingga akhir April 2019 yang mencapai Rp 631,8 triliun atau sudah mencapai 25,7 persen dari target belanja dalam APBN 2019 sebesar Rp2.461,1 triliun.
“Realisasi belanja bulan April naik 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Menteri Sri.
Menteri Sri menguraikan belanja kementerian dan lembaga (K/L) pada April mencapai Rp201,1 triliun atau 23,5 persen dari target yang mencapai Rp866,4 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja non K/L mencapai Rp168,9 triliun atau mencapai 21,7 persen dari target.
Kemudian, dia menambahkan transfer ke daerah dan dana desa yang telah dialokasikan dari APBN mencapai Rp261,7 triliun atau 31,7 persen dari target yang mencapai Rp826,7 triliun.
“Angka ini terdiri dari transfer ke daerah dengan jumlah Rp247,7 triliun atau 32,7 persen dari target dan dana desa yang mencapai Rp14 triliun atau 20 persen dari target,” jabar Menteri Sri.