İqbal Musyaffa
17 Oktober 2019•Update: 18 Oktober 2019
JAKARTA
Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) menilai pengembangan industri halal sudah mulai menjadi perhatian dunia internasional sehingga Indonesia juga harus tetap menjadikan sektor ini sebagai prioritas.
Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Sapta Nirwandar mengatakan negara-negara dengan penduduk mayoritas non-muslim mulai mengembangkan industri halal untuk menjaring pasar masyarakat muslim.
“Di Kanada hanya ada 1,3 juta penduduk muslim, tetapi mereka sudah membuat Halal Expo Conference,” jelas Sapta, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, Indonesia memiliki posisi khusus dalam peta pengembangan industri halal global sehingga Kanada mengundang Indonesia untuk memberikan informasi mengenai industri dan gaya hidup halal.
“Taiwan juga akan segera menyelenggarakan konferensi industri halal. Indonesia bisa punya leading position di industri ini,” lanjut dia.
Pengembangan industri halal juga dilakukan Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand yang mulai banyak menyediakan makanan dan layanan destinasi wisata halal di negaranya untuk menarik minat kunjungan penduduk muslim global.
Sapta mengatakan Indonesia harus terus konsisten mengembangkan industri halal seperti dengan penyediaan musholla yang nyaman dan representatif di pusat perbelanjaan sebagai bagian dari pelayanan untuk pengunjung muslim.
Selain itu, Sapta mengatakan kendala pengembangan industri halal di Indonesia khususnya pada wisata halal adalah adanya kesalahpahaman adanya upaya arabisasi.
“Mengutip ucapan Kiai Ma’ruf (Wapres RI terpilih) bahwa yang dibuat halal itu bukan destinasinya, tetapi layanan wisatanya,” kata Sapta.
Menurut dia, sempat ada penolakan masyarakat di sejumlah tempat terkait rencana pengembangan wisata halal seperti di Danau Toba.
Padahal, maksud dari wisata halal menurut Sapta adalah dengan menyediakan layanan halal seperti hotel dan makanan halal untuk mengakomodasi pengunjung muslim, tanpa menghilangkan layanan wisata konvensional.
“Di Turki ada muslim beach resort dengan kolam renang terpisah antara yang menggunakan bikini dan burkini. Jadi ini opsi dan bagian dari layanan,” ungkap dia.
Sapta mengatakan apabila tidak fokus mengembangkan industri halal, maka pangsa pasar produk halal bisa diambil oleh negara lain yang mulai mengembangkan industri halal.
Oleh karena itu, Sapta mengatakan dalam pengembangan industri halal global akan dilakukan pembahasan dalam International Halal Lifestyle Conference and Expo 2019 November mendatang.