İqbal Musyaffa
28 Mei 2018•Update: 28 Mei 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Otoritas Jasa Keuangan mengatakan permodalan dan likuiditas Lembaga Jasa Keuangan saat ini masih sangat memadai.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam diskusi stabilitas sistem keuangan di Jakarta, Senin, mengatakan capital adequacy ratio (CAR/ratio kecukupan modal) perbankan saat ini sebesar 22,38 persen serta risk based capital (RBC) asuransi umum sebesar 310 persen dan asuransi jiwa 454 persen.
Selain itu, excess reserve perbankan (kelebihan saldo rekening giro rupiah bank) mencapai Rp618 triliun. “Di sisi intermediasi, sampai akhir April kinerja sektor jasa keuangan masih tumbuh positif,” ungkap Wimboh.
Selanjutnya, kredit perbankan tumbuh 8,94 persen year on year dan piutang pembiayaan tumbuh 6,36 persen year on year. “Kemudian dana pihak ketiga perbankan tumbuh 8,06 persen year on year,” imbuh Wimboh.
Wimboh juga menjelaskan, premi asuransi jiwa tumbuh 38,44 persen year on year dan premi asuransi umum/reasuransi tumbuh 18,61 persen year on year.
“Hingga 21 Mei, penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp61 triliun dengan tambahan emiten baru sebanyak 16 perusahaan, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu,” urai Wimboh.
Selanjutnya, penawaran umum saham perdana yang sudah masuk ke dalam pipeline menurut dia akan dilakukan oleh 58 perusahaan dengan nilai indikatif sebesar Rp66,35 triliun.
Total dana kelolaan investasi hingga akhir April yang berasal dari reksadana dan kontrak pengelolaan investasi lainnya sebagaimana disampaikan Wimboh sebesar Rp739,71 triliun atau naik 7,64 persen year to date.
“Sementara itu, dari sisi risiko kredit dan risiko pasar masih dalam level yang manageable,” aku Wimboh.
Dia juga menjelaskan rasio nonperforming loan gross perbankan menurut dia tercatat sebesar 2,79 persen dan rasio nonperforming financing perusahaan pembiayaan sebesar 3,01 persen.
Kemudian untuk cakupan penjaminan LPS terhadap dana pihak ketiga mencapai 99,9 persen nasabah dan 52,15 persen dari nominal.
“Ini menunjukkan kepercayaan dan keamanan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional cukup baik,” urai Wimboh.