Iqbal Musyaffa
06 April 2020•Update: 06 April 2020
JAKARTA
Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan kemampuan pemerintah menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia akan memengaruhi dampaknya terhadap perekonomian.
Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan berdasarkan hitungan dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), beban ekonomi yang ditanggung suatu negara akibat penyebaran Covid-19 ini adalah sebesar 2 persen dari PDB per bulan.
“Kalau dihitung dengan kurs Rp16 ribu per dolar, artinya beban ekonomi sebesar 2 persen PDB Indonesia adalah sebesar Rp320 triliun per bulan akibat Covid-19,” ujar Tauhid kepada Anadolu Agency, Senin.
Tauhid mengatakan sangat wajar apabila Covid-19 tidak cepat tertangani, maka pertumbuhan ekonomi bisa di bawah 0%, sesuai skenario sangat berat yang disampaikan pemerintah dengan pertumbuhan ekonomi minus -0,4 persen.
“Berdasarkan perhitungan Indef, pertumbuhan ekonomi hanya akan tumbuh 1,4 persen dan pada 2020, pertumbuhan pasti akan turun drastis,” imbuh Tauhid.
Dia menjelaskan bahwa perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,4 persen dengan catatan pemerintah bisa menjaga konsumsi rumah tangga, khususnya untuk masyarakat menengah pertama melalui subsidi ataupun bantuan sehingga mereka bisa mengakses pangan dan kesehatan.
“Konsumsi rumah tangga jadi satu-satunya andalan, karena ekspor dan impor tidak mungkin diandalkan, begitupun investasi karena perusahaan tidak ada yang berani ekspansi karena fokus menyelamatkan usaha dan membayar gaji serta THR karyawan,” lanjut Tauhid.
Tauhid mengatakan tidak seluruh negara memiliki kelebihan seperti Indonesia yang memiliki basis konsumsi rumah tangga yang besar berdasarkan jumlah penduduk lebih dari 250 juta sebagai penggerak perekonomian.
Dia mengatakan pemerintah sudah menambah besaran bantuan program jaminan sosial diharapkan bisa menjaga daya beli masyarakat, minimal bisa memenuhi kebutuhan makan dan minum selama masa pandemik virus korona ini.
Hingga Minggu, pemerintah Indonesia mengkonfirmasi 181 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga total menjadi 2.273 orang. Sedangkan jumlah kematian bertambah tujuh kasus sehingga jumlah korban meninggal menjadi 198 orang. Sementara itu 14 orang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sembuh dari Covid-19 adalah 164 orang.