Shenny Fierdha Chumaira
24 Januari 2018•Update: 25 Januari 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi menilai bahwa meski ada sejumlah daerah rawan konflik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, namun potensi kerawanannya tidak terlalu tinggi.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada tiga hal yang mendukung pendapatnya. Pertama karena kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi sudah semakin meningkat.
Kedua, karena adanya kolaborasi antara sejumlah partai pendukung pemerintah dengan partai pendukung oposisi sehingga gesekan maupun benturan antara kedua partai pun kecil.
"Yang ketiga dan ini merupakan poin terpenting yaitu Polri dan TNI [Tentara Nasional Indonesia] kompak sampai lini terbawah dalam menjaga keamanan," kata Tito saat memberikan keterangan kepada wartawan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Rabu.
Selain berkaca pada keberhasilan Polri-TNI dalam menjaga keamanan saat Pilkada, hal lain yang membuat Tito yakin bahwa potensi kerawanan dalam Pilkada Serentak 2018 ini tidak akan terlalu besar ialah sikap netral yang diusung Polri dan TNI.
Tito mengatakan bahwa dia sudah menginstruksikan seluruh personel Polri untuk menjaga netralitas, sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
"Kalau ada oknum yang mengganggu keamanan, pasti akan kita tindak karena kita netral," tutup Tito.
Warga di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota akan memilih kepala daerah baru pada Juni 2018 mendatang.