Erric Permana
27 April 2018•Update: 27 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Staf Khusus Presiden bidang Papua Lennis Kogoya menilai PT Freeport harus ikut membantu pemerintah mencegah kembali terjadinya penembakan dan kekerasan di wilayah tersebut.
Pernyataan ini menanggapi terjadinya kembali penembakan terhadap karyawan PT Freeport pada Jumat di Tembagapura Papua.
Kali ini, sasarannya adalah karyawan PT Freeport yang merupakan ekspatriat.
Lenis Kogoya menyatakan selama ini kekerasan dan penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) itu hanya terjadi di area PT Freeport.
Karena itu, Lennis meminta PT Freeport untuk duduk bersama pemerintah menangani hal ini.
“Karena wilayah itu area [PT Freeport], kecuali terjadi di Lani Jaya sana, terjadi di Puncak sana. Itu pemerintah boleh tangani,” ujar Lennis di kantornya pada Jumat.
Menurut Lennis, kejadian penembakan di wilayah tersebut terjadi karena hak masyarakat sekitar tak diberikan.
Oleh karena itu, lanjut Lennis, KKSB melakukan aksinya guna mencari perhatian PT Freeport.
“Berikan mereka hak mereka, keluhan mereka. Itu yang harus diperhatikan,” tambah dia.
Sejak akhir 2017 lalu, KKSB kerap melancarkan aksinya di Tembagapura, Papua.
Sedangkan pada 2018, KKSB melakukan penyerangan terhadap anggota kepolisian dan warga, termasuk memperkosa seorang guru.