Devina Halim
15 September 2021•Update: 15 September 2021
JAKARTA
Indonesia ingin menjadi pemimpin dalam wisata halal global, seperti disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam Global Tourism Forum-Leaders Summit Asia, Rabu.
Ma’ruf melihat peningkatan jumlah destinasi wisata halal di berbagai negara mewarnai tren pariwisata dunia dikarenakan bertambahnya jumlah pelancong Muslim, khususnya dari negara-negara Timur Tengah.
Indonesia berupaya merealisasikan konsep wisata halal dengan cara memenuhi fasilitas layanan halal yang ramah bagi wisatawan Muslim di destinasi wisata.
“Seperti akomodasi, restoran atau makanan halal, tempat ibadah yang memadai, serta fasilitas layanan halal lainnya,” ungkap Ma’ruf saat memberikan sambutan di Jakarta.
Upaya tersebut juga dilakukan untuk menarik minat wisatawan Muslim dunia agar berkunjung ke Indonesia.
— Sektor pariwisata pascapandemi
Pandemi Covid-19 berdampak besar pada sektor pariwisata, tak terkecuali Indonesia.
Ma’ruf mengungkapkan terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 75,03 persen dari 16,11 juta pada 2019 menjadi 4,02 juta kunjungan pada tahun 2020.
Pemerintah Indonesia mengutamakan penerapan protokol kesehatan serta vaksinasi Covid-19 dalam upaya pemulihan sektor pariwisata di tahun 2021.
Menurut Ma’ruf, terdapat perubahan tren pariwisata pascapandemi, seperti destinasi wisata alam terbuka serta perhatian pada faktor kebersihan hingga keamanan.
Maka dari itu, Indonesia menetapkan protokol kesehatan berbasis kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta keberlanjutan lingkungan (CHSE) sebagai standar penyiapan destinasi wisata di tengah pandemi.
“Diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, serta para wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk berdisiplin secara ketat melaksanakan protokol kesehatan CHSE,” kata Ma’ruf.