Erric Permana
25 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Erric Permana
JAKARTA
Kelompok bersenjata di Papua yang menamakan dirinya Tentara Nasional Pembebasan Organisasi Papua Merdeka mengancam akan menembak warga pendatang atau non-Papua yang berada di wilayah Kabupaten Nduga, Papua.
Juru Bicara Kelompok Bersenjata Papua Sebby Sambom mengatakan ancaman tersebut akan dilakukan jika warga non-Papua atau warga pendatang tidak meninggalkan wilayahnya.
"Dan kalau tidak mengindahkan pernyataan ini dan masih ada di wilayah Tanah Adat Ndugama, maka kami tidak akan kompromi dan akan tembak," ujar Sabby Sambom melalui pesan singkat pada Senin.
Sebby juga mengatakan bahwa masyarakat yang memiliki rambut lurus dan memiliki warna kulit sawo matang adalah musuh utama kelompoknya.
Dia menilai masyarakat yang memiliki ciri tersebut merupakan TNI dan juga Polisi Indonesia.
"Baik itu adalah pria maupun wanita yang selama ini menyamar sebagai ibu Guru, perawat suster dan mantri dan juga tukang bangunan bahkan sopir taksi kami akan tembak," tegas dia.
Dia juga menyatakan bakal terus berperang hingga Indonesia dan PBB memberikan pengakuan kemerdekaan.
Sebelumnya, kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua dipimpin oleh Egianus Kogoya.
Kelompok tersebut sebelumnya telah melakukan sejumlah aksi brutal. Pada 2018, kelompok tersebut menyekap sejumlah guru dan memerkosanya di Distrik Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua.
Kelompok itu juga membunuh belasan karyawan PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.