Maria Elisa Hospita
02 Maret 2020•Update: 02 Maret 2020
Sarp Ozer
HATAY, Turki
Turki meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi ke Idlib, barat laut Suriah, untuk merespons serangan rezim Bashar al-Assad, sejak Minggu.
Operasi itu digelar setelah 34 tentaranya gugur dalam serangan udara di Idlib.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 2.557 elemen rezim Assad berhasil dilumpuhkan.
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan operasi itu berjalan dengan sukses sesuai rencana.
Sejauh ini, pasukan Turki telah menghancurkan dua jet, dua drone, delapan helikopter, 135 tank, dan lima sistem pertahanan udara milik rezim Suriah.
Saat ini, Akar, bersama dengan Kepala Staf Umum Jenderal Yasar Guler, Komandan Angkatan Darat Jenderal Umit Dundar, dan Komandan Angkatan Udara Jenderal Hasan Kucukakyuz, berada di pusat komando di Provinsi Hatay Selatan, yang berbatasan langsung dengan Suriah.
Sebagai negara penjamin gencatan senjata, lanjut dia, Turki sudah memenuhi semua tanggung jawabnya.
"Harapan kami saat ini adalah Rusia mau memenuhi komitmennya sebagai negara penjamin. Dalam konteks ini, Rusia seharusnya menggunakan pengaruhnya ke rezim untuk menghentikan serangan, sebagaimana yang ditetapkan di bawah Perjanjian Sochi," kata dia lagi.
Menhan Turki pun mengkonfirmasi bahwa negosiasi antara Ankara dan Moskow sedang berlangsung.
*Ditulis oleh Burak Dag di Ankara