Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Mei 2019•Update: 28 Mei 2019
Moses Michael-Phiri
BLANTYRE, Malawi
Peter Mutharika kembali terpilih sebagai presiden Malawi setelah pemungutan suara berakhir minggu lalu, kata Komisi Pemilihan negara itu, Senin.
Ketua Komisi Pemilihan Malawi Jane Ansah mengumumkan hasil setelah putusan pengadilan dicabut.
Pemimpin oposisi Lazarus Chakwera sebelumnya menantang hasil pemilu dengan alasan terjadi kejanggalan suara dan mengajukannya ke pengadilan.
Ansah mengatakan komisi telah meninjau semua keluhan dan menyatakan bahwa pemungutan suara itu bebas dan adil.
"Kami menyatakan pemilihan presiden bebas dan adil dan hasil ini adalah cerminan nyata dari kehendak rakyat Malawi," ujar dia.
Mutharika, 78, mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua dengan mengunggulkan catatan pembangunan yang baik dan subsidi input pertanian.
“Dia [Mutharika] harus memenangkan pemilihan ini karena kebanyakan orang Malawi telah memilihnya. Laporan oleh partai-partai oposisi yang dicurangi Partai Progresif Demokratik [DPP] tidak berdasar,” kata Nicholas Dausi, juru bicara partai berkuasa, kepada Anadolu Agency.
Pesaing lain dalam pemilihan dan wakil presiden saat ini, Saulos Chilima, yang juga membantah hasil pemilu, mendoakan yang terbaik atas terpilihnya Mutharika, tetapi menolak untuk mengakui kekalahan.
"Saya hanya bisa berharap yang terbaik bagi sang pemenang, tetapi kami akan terus mencari keadilan," kata Chilima, kepada stasiun televisi lokal Times TV.
Warga Malawi yang diwawancarai setelah pengumuman hasil pemilu mengatakan bahwa dengan hanya menerima 38,57 persen suara, Mutharika telah ditolak oleh mayoritas, sementara dua kandidat oposisi teratas mengumpulkan total 60 persen suara.
Analis politik mengatakan, hasil pemilihan presiden ini berdasarkan sistem "suara terbanyak", di mana tahun lalu Parlemen Malawi menolak sistem 50+1.
Warga Malawi memberikan suara mereka pada Selasa lalu untuk memilih 193 anggota parlemen, 462 anggota dewan pemerintah daerah dan presiden.
Menurut Komisi Pemilihan, sekitar 5,1 juta orang menggunakan hak pilihnya.