Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Oktober 2018•Update: 02 Oktober 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Prancis mendukung perjanjian yang dibuat Rusia-Turki baru-baru ini yang menempatkan zona demiliterisasi di Idlib, Suriah, kata Kementerian Luar Negeri Prancis melalui sebuah pernyataan, Senin.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengadakan pembicaraan dengan sejawatnya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, di Paris.
"Pembicaraan difokuskan terutama pada isu-isu Suriah. Jean-Yves Le Drian menyatakan dukungannya terhadap perjanjian Rusia-Turki di Sochi pada 17 September yang menetapkan zona demiliterisasi di daerah Idlib dan memungkinkan Idlib untuk terhindar dari operasi ofensif oleh rezim Damaskus dan sekutunya pada tahap ini," ungkap pernyataan tersebut.
Pada 17 September, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk membentuk zona perlucutan senjata di Provinsi Idlib, Suriah.
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri ke kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim Assad.
Kedua menteri juga membahas masalah Libya dan menegaskan kembali dukungan mereka untuk agenda Perwakilan Khusus Sekjen PBB Ghassan Salamé, serta kebutuhan untuk melangkah menuju pemilihan yang transparan, damai dan dipersiapkan dengan baik secepat mungkin.