Pizaro Gozali İdrus
26 November 2018•Update: 27 November 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Kandidat oposisi dari Partai Pheu Thai yang didirikan mantan Perdana Menteri Thaksin Sinawatra unggul dalam survei pemilu, lansir Bangkok Post pada Minggu.
Berdasarkan polling, Khunying Sudarat meraih elektabilitas tertinggi sebagai calon perdana menteri pada Pemilu 24 Februari mendatang.
Sudarat meraih 25.2 persen mengalahkan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dari Partai Palang Pracharath yang meraup 24,1 persen
Padahal, nama Sudarat selalu berada di bawah Prayut dalam survei-survei sebelumnya.
Partai Pheui Thai juga menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi dalam jajak pendapat dengan 32,8 persen. Disusul Partai Palang Pracharath dengan 19,9 persen.
Juru bicara partai Anusorn lamsa-ard mengatakan hasil survei ini menggembirakan karena orang-orang masih memiliki kepercayaan pada Khunying Sudarat.
Menurut Anusorn, Pheu Thai selama ini telah diguncang oleh para politisinya yang membelot ke partai pro-rezim.
“Namun orang-orang masih percaya kepada kemampuan partai kami untuk memerintah,” kata Anusorn.
Kondisi ini juga membahagiakan Anusorn sebab Perdana Menteri Prayut berada di posisi kedua dalam jajak pendapat meskipun telah berkuasa selama lebih dari empat tahun dan berusaha memberangus media.
Pejabat pemerintah Thailand berjanji tidak akan menunda pemilu pada 24 Februari mendatang.
"Pemerintah telah mengadakan pembicaraan dengan KPU dan tidak ada rencana untuk menunda pemilu," kata Wakil Perdana Menteri Thailand Wissanu Krea-ngam.
Sebanyak 37 partai telah mengajukan permohonan untuk mengikuti pemilu dan sejauh ini KPU Thailand telah menyetujui pendaftaran 25 partai.
KPU Thailand menegaskan pemilu akan tetap digelar pada 24 Februari. Jika harus mundur, pemilu akan digelar selambat-lambatnya pada 9 Mei.