Muhammad Nazarudin Latief
26 Februari 2020•Update: 26 Februari 2020
JAKARTA
Anak-anak baik perempuan maupun laki-laki di di Indonesia, Kamboja, Malaysia, dan Thailand mengaku pernah mendapat kiriman maupun dimintai foto-foto dengan konten eksplisit dalam interaksi di dunia maya, ujar laporan Lembaga PBB urusan anak, UNICEF, Rabu.
Laporan berjudul Our Lives Online: Use of Social Media by Children and Adolescents in East Asia – opportunities, risks and harms juga menyebutkan bahwa dua dari lima anak melaporkan memiliki pengalaman buruk yang tidak ingin mereka ceritakan kepada siapa pun.
Lebih dari setengahnya mengatakan mereka sudah pernah bertemu dengan orang yang mereka kenal secara online, sebagian besar pertemuan itu didasarkan pada harapan untuk menjalin hubungan asmara.
“Media sosial memberi anak-anak peluang besar, tetapi juga memaparkan mereka pada risiko dan risikonya semakin besar,” ujar kata Karin Hulshof, Direktur Regional, UNICEF Asia Timur dan Pasifik dalam siaran pers.
“Kita perlu memahami risiko yang dihadapi anak-anak saat online, bagaimana mereka menggunakan media sosial, memahami risiko dan langkah apa yang mereka lakukan untuk melindungi diri.”
Menurut dia, laporan ini akan berkontribusi dalam program perlindungan anak online di kawasan ini dan untuk menjaga keamanan anak-anak.
Sejauh ini, kata laporan itu, anak-anak di Kawasan ini sudah melakukan strategi untuk melindungi diri secara online, yaitu membuat akun dan profil mereka menjadi private dan memblokir kiriman pesan dan gambar yang tidak diminta (unsolicited) dari orang asing yang membuat mereka merasa tidak nyaman.