İqbal Musyaffa
19 Desember 2019•Update: 20 Desember 2019
JAKARTA
Kementerian Keuangan mengatakan belanja negara hingga November mencapai Rp2.046 triliun atau 83,1 persen dari pagu APBN.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan realisasi belanja tersebut meningkat 1,8 persen dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
Dia menjelaskan peningkatan realisasi belanja Pemerintah Pusat bulan November 2019 dipengaruhi oleh realisasi Belanja Bantuan Sosial yang sudah mencapai Rp105,7 triliun atau meningkat sebesar 38,9 persen (yoy).
“Kenaikan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan dalam mencukupi kebutuhan hidup serta bagian dari upaya untuk mengurangi kesenjangan di Indonesia,” kata Menteri Sri Mulyani di Jakarta, Kamis.
Sementara itu, secara nominal belanja negara mampu tumbuh 5,3 persen dari periode yang sama tahun lalu didukung oleh peningkatan penyaluran transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) yang tumbuh 5 persen dari tahun lalu.
“Belanja negara masih menunjukkan kinerja yang baik dan tetap menjadi pendorong dalam memberikan stimulus terhadap perekonomian,” ujar Menteri Sri Mulyani.
Menteri Sri Mulyani mengatakan realisasi belanja negara terdiri dari realisasi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.293,2 triliun (79,1 persen dari pagu APBN) dan TKDD sebesar Rp752,8 triliun (91,1 persen dari pagu APBN).
Realisasi TKDD sampai dengan akhir November meliputi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp689,21 triliun (91,07 persen) dan Dana Desa Rp63,63 triliun (90,90 persen).