İqbal Musyaffa
12 September 2018•Update: 12 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
PT Bukit Asam selaku badan usaha milik negara sektor pertambangan yang merupakan anggota dari holding industri pertambangan Inalum menargetkan pada tahun ini dapat menyumbang devisa dari ekspor batu bara mencapai USD850 juta.
Direktur Utama Bukit Asam Ariviyan Arifin dalam diskusi di Jakarta, Rabu, mengatakan komposisi ekspor batu bara pada tahun ini mencapai 12,1 juta ton, meningkat dari ekspor tahun lalu dengan jumlah 9,2 juta ton.
Sementara itu, Bukit Asam mengalokasikan 13,3 juta ton untuk pemenuhan pasar batu bara di dalam negeri pada tahun ini. Perusahaan ini memasok 60 persen dari total 20 persen kewajiban domestic market obligation (DMO/pemenuhan pasar dalam negeri) batu bara kepada PLN.
“Devisa yang kita bisa hasilkan sebenarnya bisa mencapai USD2 miliar bila 100 persen produksi kita ekspor,” jelas Ariviyan.
Sepanjang tahun ini, PT Bukit Asam menargetkan produksi batu bara sebesar 26,24 juta ton. Hingga bulan Agustus, realisasi produksinya sudah mencapai 13,82 juta ton.
Sampai bulan Agustus menurut Ariviyan, PT Bukit Asam telah memasok 7,48 juta ton batu bara untuk kebutuhan pasar dalam negeri. Sementara batu bara yang sudah dikirim untuk memenuhi pasar ekspor sebesar 7,02 juta ton.
Ariviyan menargetkan produksi batu bara di sisa tahun ini atau sejak September hingga Desember mencapai 12,42 juta ton untuk memenuhi target produksi yang ditetapkan pada tahun ini.
Kemudian, sepanjang September hingga Desember, Ariviyan mengatakan akan mengekspor 5,11 juta ton batu bara dan sebanyak 5,86 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.