Nicky Aulia Widadio
11 Juli 2019•Update: 11 Juli 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menurunkan 1.500 personel untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan personel tersebut bertugas mendampingi masyarakat untuk mengelola hutan dan lahan saat musim kemarau, serta menyampaikan pemahaman kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
"Dengan pendekatan persuasif dan menyadarkan semua pihak, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat kita hentikan sejak hari ini,” ujar Doni melalui siaran pers, Kamis.
BNPB juga menyalurkan dana siap pakai untuk penanganan darurat karhutla di Riau sebesar Rp300 juta yang disalurkan ke BPBD Riau, Rp250 juta kepada Polda Riau, serta Rp1 miliar kepada Korem 031 Wirabima.
Wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus sehingga rentan terjadi karhutla di titik-titik rawan.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungah Hidup dan Kehutanan (KLHK) terdapat 577 titik panas di Indonesia sejak 1 Januari hingga 8 Juli 2019 berdasarkan pemantauan satelit NOAA.
Pemerintah mengklaim jumlah titik panas telah menurun sebesar 18,16 persen dibandingkan tahun lalu.
KLHK juga menggelar patroli terpadu untuk mencegah karhutla di provinsi rawan yakni Riau, Kalimantan Tengah, Kamimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Jambi, dan Sumatra Utara.