Burak Karacaoglu, Esref Musa
IDLIB
Konvoi keenam yang membawa warga yang terpaksa dievakuasi dari Ghouta Timur yang terkepung pada Rabu dilaporkan telah tiba di provinsi Hama, Suriah.
Menurut koresponden Anadolu Agency di Ghouta Timur, evakuasi di daerah-daerah Ghouta Timur seperti Arbin, Zamalka dan Ein Tarma masih terus berlanjut sebagai bagian dari hasil perundingan yang diperantarai Rusia.
Dua konvoi pertama telah melakukan evakuasi dari distrik Haresta. Setelah itu, proses evakuasi berlanjut di daerah Arbin, Zamalka dan Ein Tarma.
Konvoi ke-6 yang mencakup empat kendaraan medis dan 57 bus yang membawa 3.241 orang, termasuk korban luka-luka, pasien dan anggota oposisi militer telah tiba di Hama pagi ini.
Konvoi tersebut dilaporkan juga membawa korban luka yang berada dalam kondisi kritis.
Dari Hama, konvoi tersebut diperkirakan akan menuju tempat penampungan sementara di barat Aleppo dan Idlib yang dikuasai oposisi dan kelompok-kelompok bersenjata penentang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Jumlah yang keluar dari Ghouta Timur sebagai bagian dari evakuasi wajib sejak pekan lalu telah mencapai 22 ribu orang.
Sementara evakuasi berlanjut, distrik Duma di Ghouta Timur, di mana rezim dan pendukungnya telah membunuh ribuan orang masih berada dalam pengepungan.
-- Proses menuju evakuasi
Rezim Assad dan pendukungnya, dengan dukungan udara dari Rusia, pada 19 Februari memulai operasi untuk merebut wilayah Ghouta Timur yang dikuasai pihak oposisi.
Sejak saat itu, rezim dan pesawat-pesawat tempur Rusia semakin mengintensifkan serangan darat dan udara terhadap Ghouta Timur, yang merupakan bagi sekitar 400 ribu penduduk.
Serangan-serangan tersebut telah menewaskan banyak warga sipil, sementara ribuan lainnya yang kehilangan rumah dan terus menjadi sasaran serangan bertubi-bertubi terpaksa melarikan diri ke persembunyian bawah tanah.
Dewan Keamanan PBB pada 24 Februari mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata. Meski begitu, kematian warga sipil akibat serangan rezim dan pendukungnya terus berlanjut, upaya internasional tidak membuahkan hasil.
Selain itu, Rusia pada 27 Februari juga mengumumkan telah memulai gencatan senjata selama lima jam setiap harinya, Rusia menyatakan rezim akan mengikuti gencatan senjata tersebut.
Namun, meski telah ada resolusi PBB dan keputusan gencatan senjata Rusia, pasukan rezim tetap tidak menghentikan serangan dan memulai operasi darat terhadap Ghouta Timur sejak 3 Maret. Rezim terus membombardir permukiman sipil.
Pada 11-12 Maret Rezim dan pendukungnya berhasil bergerak maju dari bagian timur ke barat Ghouta Timur dan mengepung distrik Haresta, kemudian membelah Ghouta Timur menjadi tiga bagian.
Sekitar 400 ribu penduduk Ghouta Timur yang dikuasai oposisi telah hidup dalam blokade sejak lima tahun terakhir.
Bersamaan dengan keberhasilan rezim merebut separuh wilayah Ghouta Timur dengan serangan-serangan intensif yang didukung Rusia beberapa bulan terakhir, puluhan ribu orang di Ghouta Timur terpaksa pindah ke wilayah-wilayah yang dikendalikan rezim.
news_share_descriptionsubscription_contact


