Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
06 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
TEHERAN
Ribuan warga Iran menghadiri prosesi pemakaman Komandan Militer Qasem Soleimani dan Pemimpin Milisi Irak Abu-Mahdi al-Muhandis di ibu kota Teheran, Senin.
Soleimani, kepala Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran, dan al-Muhandis, wakil pemimpin pasukan Hashd al-Shaabi Irak, tewas dalam serangan udara drone AS di dekat bandara Baghdad pada Jumat.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memimpin doa untuk keduanya di Universitas Teheran, lansir kantor berita resmi IRNA.
Ribuan pelayat meneriakkan slogan "Kematian bagi Amerika" dan "Kematian bagi Israel" sambil mengibarkan spanduk yang menuntut balas dendam untuk Soleimani.
Jenazah Soleimani dan al-Muhandis tiba di Teheran pada Senin subuh bersama dengan jasad empat orang lainnya yang juga tewas dalam serangan udara AS.
Pada Sabtu, ribuan pelayat berkumpul di sejumlah kota di Irak untuk mengikuti prosesi pemakaman bagi kedua pemimpin militer itu.
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Badan keamanan tertinggi Iran berjanji untuk melakukan pembalasan kejam atas pembunuhan jenderal itu pada waktu dan tempat yang tepat.
Pentagon menuduh Soleimani menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan lalu dan berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.
* Bassel Barakat berkontribusi pada berita ini dari Ankara