Pizaro Gozali İdrus
16 Januari 2019•Update: 17 Januari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pemilihan umum Thailand yang rencananya digelar pada 24 Februari kembali ditunda, lansir Channel News Asia pada Rabu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand mengumumkan pemilu akan ditunda hingga Maret tanpa memastikan tanggal pelaksanaan.
Pemerintah militer sebelumnya menyarankan penundaan satu bulan karena jadwal pemilu berdekatan dengan penobatan raja baru Thailand pada Mei.
"Pemilihan 24 Februari tidak dapat berlangsung karena KPU tidak memiliki cukup waktu untuk menyelenggarakannya. Sekarang ada dua kemungkinan tanggal 10 Maret atau 24 Maret," kata pejabat itu yang tak mau disebut namanya.
Upacara penobatan untuk Raja Maha Vajiralongkorn dijadwalkan dihelat pada 4 hingga 6 Mei mendatang.
Pemerintah Thailand mengatakan akan ada ritual kerajaan yang berlangsung 15 hari sebelum dan setelah acara penobatan.
Di bawah undang-undang Thailand, KPU harus mengesahkan anggota parlemen yang menang dalam waktu 60 hari sejak pemungutan suara, dan parlemen harus bersidang dalam waktu 15 hari sejak disahkan.
Raja harus memimpin sidang pembukaan parlemen.
Pemerintah mengatakan peristiwa politik ini bisa berbenturan dengan upacara penobatan.
Monarki dihormati di Thailand, dan penobatan tahun ini akan menjadi yang pertama dalam memori bagi sebagian besar penduduk.
Ratusan warga Thailand pada pekan lalu menggelar demonstrasi di Bangkok untuk menentang kemungkinan penundaan pemilu.
Demonstrasi, yang diinisiasi pegiat HAM dan mahasiswa ini, mendesak pemerintah Thailand menggelar pemilu sesuai jadwal pada 24 Februari.
Pengacara HAM Anon Nampa, yang memimpin aksi ini, mengatakan demonstrasi bertujuan meminta Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban (NCPO) memastikan pemilu berjalan sesuai waktunya.
Pemerintah Thailand di bawah kepemimpinan Prayut Chan-O-Cha telah menyatakan berulang kali menunda pemilu, yang sebelumnya direncanakan pada 2015.
Pengamat politik berpendapat bahwa militer tak akan melepaskan pemerintahannya hingga mereka yakin bahwa partai-partai politik yang didukung mereka akan memenangi pemilu.