03 Oktober 2017•Update: 03 Oktober 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Philippines
Seorang prajurit berpenampilan asing ditemukan di antara 40 jasad korban tewas di kota Marawi yang dirundung konflik. Jasad-jasad tersebut melalui proses otopsi pada Senin.
"Terdapat satu jasad diantara mereka yang ditemukan pekan lalu...Salah satu dari mereka adalah seorang yang tampak asing," kata Zia Alonto Adiong, anggota majelis Wilayah Otonomi di Mindanao Muslim, seperti dikutip kantor berita GMA News.
Media lokal melihat sejumlah ahli forensik dari AS yang membantu kepolisian lokal dalam pemeriksaan serta mencari pejuang asing Daesh. Mereka juga akan memastikan apakah pemimpin kelompok Maute, yang dilaporkan tewas dalam perang, berada diantara jasad-jasad yang ditemukan.
Perang di Marawi sudah mencapai hari ke-134 hingga kini.
Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana memastikan keikutsertaan pihak asing dalam investigasi dan mengatakan AS terlibat karena sejumlah orang dalam daftar pencarian mereka terindikasi terkait perang Marawi.
"Mereka bahkan menyediakan hadiah uang untuk beberapa teroris seperti Isnilon Hapilon sebesar USD 5 juta," kata Lorenzana seperti dikutip kantor berita Rappler.
Kepala Pasukan Komando Mindanao Barat Letnan Jenderal Carlito Galvez mengatakan sampel DNA dari jasad tersebut akan dicocokan dengan data dari Washington.
Seorang korban penculikan yang tidak lama ini diselamatkan dari Marawi mengatakan dia melihat setidaknya 11 pejuang asing di zona perang Marawi selama dia ditahan. Dari jumlah itu, 7 merupakan orang Indonesia yang bertugas sebagai pengebom, serta 3 orang Malaysia dan 1 warga Arab yang bertempur di garis depan.
Pasukan Filipina juga menemukan perangkat komunikasi yang digunakan kelompok teroris termasuk radio, charger, telepon seluler, laptop dan kamera video. Barang-barang tersebut akan diperiksa dan digunakan sebagai bukti.
Perang Marawi mulai pada 23 Mei ketika kelompok Maute dan Abu Sayyaf mengepung kota tersebut. Hingga kini, perang Marawi sudah mengambil nyawa 950 orang, kebanyakan dari mereka dari kelompok teroris.