Iqbal Musyaffa
07 Desember 2020•Update: 08 Desember 2020
JAKARTA
Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah meningkatkan edukasi dan sosialisasi terkait vaksin Covid-19 kepada masyarakat setelah 1,2 juta dosis vaksin buatan Sinovac, pabrik farmasi China, tiba di Jakarta.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mengatakan edukasi dan sosialisasi mengenai vaksin sangat penting dilakukan agar masyarakat menerima vaksin sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.
“Namun, pemberian vaksin itu harus dilakukan sesuai prosedur, pertimbangan ilmiah, dan hasil uji klinis yang baik,” ujar Puan dalam keterangan resmi, Senin.
Menurut dia, edukasi dan sosialisasi vaksin Covid-19 dapat dilakukan dengan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama, kalangan akademisi, swasta, maupun masyarakat sipil.
Selanjutnya, Puan meminta distribusi vaksin yang diuji klinis di Bandung sejak Agustus 2020 itu dilakukan berdasarkan analisa data yang akurat.
Dia meminta pemerintah menginformasikan secara jelas tahap-tahap vaksinasi.
Selain itu juga mekanisme untuk vaksin gratis dan mandiri.
“Masyarakat yang tidak mampu atau berisiko tinggi harus difasilitasi. Pastikan harga vaksin mandiri terjangkau, karena harga tidak boleh menjadi hambatan bagi masyarakat memperoleh vaksin,” ujar Puan.
Dia juga mengimbau pada masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan, serta sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
“Meski sudah ada vaksin, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Ini penting untuk kesehatan dan keselamatan diri kita, dan orang-orang di sekitar kita,” imbuh Puan.