Erric Permana
27 Agustus 2018•Update: 28 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden RI Joko Widodo akan fokus untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan dalam menghadapi kondisi perekonomian dunia saat ini.
Ini disampaikan Joko Widodo saat bertemu dengan anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Istana Merdeka pada Senin siang.
“Kalau dulu orang berbicara takut pada perang dagang Tiongkok - Amerika Serikat (AS) sekarang tambah lagi dengan urusan Turki dan tidak tahu ada kepastian apa lagi yang menyebabkan ekonomi dunia semakin tidak menentu,” ujar Joko Widodo.
Bahkan kata dia Bank Dunia tidak mempunyai saran untuk Indonesia menghadapi kondisi perekonomian saat ini.
“Presiden World Bank [Jim Yong] Kim saya tanya langsung bagaimana prospek pertumbuhan ekonomi maupun keadaan ekonomi global secara umum, apa saranmu bagi indonesia? Katanya dia tidak punya saran dan semuanya sulit diprediksi,” tambah Presiden.
Oleh sebab itu perekonomian Indonesia harus diperbaiki untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Presiden Joko Widodo ada sejumlah masalah perekonomian yang saat ini sudah lama tidak dibenahi di antaranya defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan.
Dia mengaku akanmemperbaiki defisit transaksi berjalan dalam jangka waktu satu tahun.
“Kalau kita lihat secara detil misalnya transaksi berjalan, contoh saja yang kita hitung Biodiesel 20, kalau bisa berjalan itu pertama karena harga naik dapat Rp 6 miliar, volume naik juga dapat Rp 5 miliar, dari 1 hal itu [biodiesel] dapat 11 milyar,” kata dia.